Mengingat kesalahpersepsian beberapa teman saya tentang tipe data jadi terinspirasi untuk mengingatkan kembali penjelasan dosen di awal semester 1. Pada bahasa pemrograman Java dikenal tipe data primitif, nah sebagian dari mereka masih menyebut String sebagai tipe data primitif. Tapi tidak apalah yang penting mereka ngerti dulu bagaimana cara membuat program. Kalau udah bisa buat programkan masalah tipe data bisa ngikut.

TIDAK. Itu adalah persepsi yang salah. Sebelum berlanjut ke tahap yang lebih baik atau lebih mahir, sebaiknya dan seharusnya mempelajari hal – hal yang paling mendasar seperti tipe data. Yah setidaknya harus ada yang bilang “Gila, lu tau sampai segitu dalamnya”. Bukan mau dipuji tapi kalau ada yang ngomong seperti itu berarti kita sudah bisa menjelaskan kepada mereka. Yah kalau kita sudah bisa menjelaskan ke mereka berarti kita sudah paham dong dengan tipe data. Paham sepaham – pahamnya dengan artian ketika kita menjelaskan dengan gaya bahasa apapun maka tidak akan ada kendala. Bahasa lu gue, kau saya, sia aing, dan gaya bahasa yang lain.

Mungkin kita pisah dulu kali ya? Dalam KBBI online Tipe adalah Model, Corak, Contoh. Kita anggap saja kain. Tipe kain batik itu seperti apa sih? Nah mendengar pertanyaan itu mungkin yang terlintas dalam pikiran kita, model. Modelnya seperti apa yah? atau Coraknya seperti apa yah? apakah bercorak keris atau alam? dan contohnya, bagaimana contoh kain batik itu? Konsep sederhana yang harus dipahami tentang tipe ini adalah modelnya bagaimana, corak atau perilakunya seperti apa dan contohnya bagaimana.

Sedangkan data menurut KBBI online adalah keterangan yang benar dan nyata. Dari defenisi KBBI online tersebut kesimpulan saya adalah data itu berupa keterangan entah fakta atau opini yang benar dan nyata benar – benar terjadi. Katakanlah seorang mahasiswa di lingkungan kampus. Mahasiswa tersebut memiliki data seperti nim dan fakultas. Istilah sekarangnya gak usah kepo dan tanpa kepo kita udah pasti tau tiap mahasiswa memiliki nim dan fakultas. Mengenai berapa nimnya dan apa fakultasnya kita tidak tahu. Yang jelas “benar” kita tidak dapat dan tidak boleh menyalahkan bahwa setiap mahasiswa memiliki nim dan fakultas. Dan “Nyata” yah pasti nyata. Kalau mahasiswa tidak memiliki data tersebut yah bukan mahasiswa.

Jadi kesimpulannya adalah tipe data itu model atau corak atau contoh dari sebuah keterangan yang benar dan nyata. Seperti contoh kasus mahasiswa, datanya adalah nim dan fakultas, model dari nim dan fakultasnya seperti apa. Karena dalam konteks bahasa pemrogramana berarti apakah nimnya berbentuk angka atau nimya berbentuk karakter.

Dalam bahasa pemrograman Java dikenal tipe data primitif. Tipe data primitif ini terdiri atas angka, karakter dan boolean. Karakter itu untuk mendefinisikan atau memodelkan data karakter huruf yang berjumlah 1 karakter. Sedangkan boolean digunakan untuk memodelkan atau menggambarkan bahwa data itu akan bernilai benar dan salah. Sedangkan angka digunakan untuk memodelkan data yang mengandung angka atau bilangan yang nantinya dapat dioperasikan. Dioperasikan secara matematika baik dijumlahkan,dikurangi,dikalikan dan dibagi.

Tipe data angka pada Java dibagi atas integer dan double. Integer biasanya digunakan untuk bilangan bulat seperti -1, -2, 0, 1, 2 dst. Sedangkan double digunakan untuk bilangan yang tidak bulat(tidak tahu istilahnya) seperti 0.1, 0.2, -0,1 dst. Selain harus mengerti itu ada hal penting lain yang harus dipahami dalam tipe data angka ini. Tipe data integer digunakan untuk bilangan yang jika dioperasikan maka hasilnya nanti tidak akan ada koma – komanya. Misalnya kita punya dua data yaitu 5 dan 2. Nah untuk pendefinisiannya bukan tidak boleh menggunakan integer akan tetapi sebaiknya kita menggunakan double. Karena dalam bahasa pemrograman java, ketika kita menggunakan integer maka secara otomatis angka dibelakang koma akan dihilangkan. Misalnya kita memiliki data 2.3 dan kita definisikan sebagai integer, maka ketika kita menjalankan program hasilnya bukan 2.3 akan tetapi 2.

Selain memperhatikan bentuk operasi yang digunakan dan hasil dari pengoperasian, kita juga perlu memperhatikan apakah data tersebut akan dioperasikan atau tidak. Akan dioperasikan dalam artian apakah data itu dapat dioperasikan atau tidak. Misalnya nim, bukan tidak boleh kita menggunakan tipe data integer atau double tapi sebaiknya kita menggunakan tipe data rangkaian huruf. Karena nim tidak dapat operasikan. Sangat tidak mungkin nim saya dan nim teman saya dijumlahkan. Tidak ada informasi yang didapatkan.

Tipe data angka-integer dan double-dalam bahasa pemrograman java dapat dibuat dengan pendeklarasian byte,short,int dan long. Sedangkan untuk double kita dapat menggunakan float dan double. Pertanyaannya kok dibagi lagi? Setiap tipe data memiliki panjang atau jumlah data yang ditampung. Jika kita berbicara tentang jumlah data berarti ada hubungannya dengan pemakaian storage atau memori. Bisa juga berhubungan dengan kecepatan memproses data tersebut. Misalnya kita membuat aplikasi perkalian sederhana 1 – 10. Nilai minimal dalam perkalian tersebut adalah 1 dan maksimalnya adalah 100. Jika menggunakan tipe data long dimana tipe data long ini memakan banyak storage maka akan terdapat banyak tempat yang kosong. Yah simplenya ada tempat yang mubazir.

Tipe data karakter adalah tipe data yang digunakan untuk mendefinisikan satu karakter. Misalnya a atau b. Tipe data ini pada Java ditulis char. Untuk apa sih char, kan kita lebih sering menuliskan satu kata? Satu kata saja minimal terdiri atas 2 huruf yah kalau udah 2 huruf char kan tidak bisa membaca lagi atau dalam istilah pemrograman error. Kembali lagi pada konsep penggunaan storage, ada beberapa studi kasus yang memang hanya membutuhkan satu karakter. Misalnya grade pada kartu hasil studi mahasiswa. Apakah kita dalam mata kuliah itu mendapat grade A atau B atau C atau D atau E. Selain penggunaan untuk grade tersebut yang perlu dipahami adalah satu kata atau satu kalimat dan satu paragraf tersusun atas beberapa karakter. Jadi dalam penerapannya kita dapat menghitung jumlah huruf vokal dan huruf konsonan dalam suatu teks panjang tanpa harus capek – capek menghitung secara manual.

Bagaimana dengan boolean? Yah boolean hanya bernilai benar dan salah. Dalam penerapannya boolean bernilai true dan false. Sebenarnya akan lebih bermanfaat jika kita terapkan dengan kondisi atau if. Simplenya boolean ini sudah kita pelajari pada mata pelajaran matematika nama materinya adalah logika, Jika A maka B. Jika B maka C. Kesimpulannya adalah Jika A maka C. Pertanyaannya apakah kesimpulan itu bernilai true atau false. Contoh kasus yang paling sering saya dapatkan dalam bahasa pemrograman adalah login. Login dalam social media, email ataupun akun – akun lain yang perlu dicek kebenarannya. Misalnya pada facebook apakah benar username A passwordnya B atau apakah benar username Andi passwordnya dian dst.

Lebih lengkapnya tentang tipe data dapat dilihat pada tabel berikut,

Untitled

Sebenarnya ada satu tipe data yang paling sering digunakan dalam mempelajari bahasa pemrograman bagi pemula, yaitu String. Namun yang harus ditegaskan adalah String bukan tipe data primitif. String adalah tipe data objek. Tidak perlu menghafal tipe data primitif atau tipe data objek. Untuk membedakan tipe data tersebut cukup dengan melihat huruf awalnya. Apakah ditulis dengan menggunakan huruf kapital atau bukan. Kalau bukan berarti masuk ke tipe data primitif. Kalau ditulis dengan huruf kapital maka termasuk tipe data objek. Nah bedanya apa sih? Java telah menyediakan beberapa fungsi atau method yang dapat digunakan, namun fungsi dan method tersebut digunakan tipe data objek. Sedangkan tipe data primitif tidak, tipe data primitif hanya digunakan untuk mendefinisikan dan mendeklarasikan baik untuk variabel ataupun method dan fungsi. Tunggu pembahasan String sendiri. Akan dibahas tentang manipulasi String pada java dan manfaat atau konsep apa yang dapat diambil.

Kuasai materi dasar sebelum menguasai materi lanjutan. Karena materi dasar adalah pondasi dalam mempelajari bahasa pemrograman. Apapun itu bahasa pemrogramannya.

Advertisements