Bagi mahasiswa yang kuliah pada jurusan berhubungan dengan komputer mungkin tidak asing lagi dengan istilah database atau basis data. Namun tidak semua mahasiswa tersebut tahu dan paham apa sebenarnya database tersebut. Sepintas dari namanya basis data atau database dapat diartikan adalah tempatnya data, tempat menyimpan data. Namun ada beberapa ahli yang membuat pengertian tentang database atau basis data ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Elmazri dan Navathe(1994)

    Kumpulan data yang terkait.

  • Hoffer, dkk(2005)

    Kumpulan yang terorganisasi dari data – data yang secara nalar terkait.

  • Ramakrishnan dan Gerke(2000)

    Kumpulan data yang umumnya menjabarkan aktivitas – aktivitas dari satu atau lebih dari satu organisasi yang terkait.

Berdasarkan ketiga pengertian tersebut dapat disimpulkan database atau basis data adalah kumpulan data yang terorganisasi dan memiliki keterkaitan dimana data tersebut menjabarkan aktivitas organisasi yang saling terlibat. Database mencatat berbagai data yang diperlukan oleh suatu organisasi. Rekaman – rekaman data tersebut akan diambil dan diproses menjadi sebuah informasi sesuai dengan keinginan pengguna atau pemilik data.

Dalam hal penyimpanan data sebenarnya bukan hanya database atau basis data melainkan juga ada metode penyimpanan lain atau sering disebut dengan penyimpanan berbasis berkas. Sistem pemrosesan berbasis berkas ini merupakan metode penyimpanan data berdasarkan penyimpanan data dalam bentuk file atau berkas. Sistem ini biasanya digunakan atau diimplementasikan dengan menggunakan COBOL. Namun ada kelemahan dari sistem pemrosesan berbasis berkas.

Data pada sistem pemrosesan berbasis berkas ini cenderung terpisah – pisah sehingga banyak berkas yang tersebar. Jika datanya tersebar maka kemungkinan data akan sulit diperoleh dikarenakan data tersebut terletak pada komputer yang berbeda. Informasi tersedia yang melibatkan data tersebut sering juga berada pada organisasi lain sehingga untuk mengumpulkan data pada komputer dan organisasi yang berbeda akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Karena berada pada komputer dan organisasi yang berbeda maka seringkali data tersebut terduplikasi. Setiap organisasi ingin memiliki data sehingga setiap organisasi akan menyimpan data yang sama dengan sedikit perbedaan akibatnya duplikasi data pun tidak dapat dihindari. Duplikasi data atau redundansi data ini biasanya juga disebabkan oleh keinginan setiap organisasi untuk menyediakan data sendiri.

Mengingat program untuk mengakses data pada sistem ini menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda maka seringkali terjadi perbedaan format data dalam file data. Perbedaan format ini seringkali menimbulkan kesulitan dalam memperoleh informasi dari beberapa file. Selain itu struktur berkas yang dihasilkan sesuai dengan struktur program sehingga ketika saat data akan diubah maka program juga akan diubah. Karena struktur program berhubungan dengan source code maka sistem ini juga akan ketergantungan dengan developer.

Advertisements